Dalam beberapa tahun terakhir, terlihat ada peningkatan kegairahan dan optimisme penerbitan komik di Indonesia. Selain komik-komik baru, berbagai judul komik lama buatan anak negeri diterbitkan atau dikemas ulang. Pegiat dan pelaku komik di Indonesia semakin kreatif menggunakan berbagai media. Tidak hanya membatasi diri mereka pada format komik di atas kertas atau dalam buku, mereka makin aktif menggunakan atau berkolaborasi dengan media lainnya seperti mengangkat cerita film, mengadaptasi novel populer, menggelar pameran, mural, membuat komik dalam handphone dan lain sebagainya. Komik impor yang diterjemahkan pun menggunakan tema dan bentuk yang makin beragam.
Seperti media lainnya, definisi (atau identitas) “komik” dan “komik Indonesia” adalah suatu proses yang tidak pernah berhenti, bukan sesuatu yang baku dan murni. Seperti media lainnya pula, komik dapat memberi hiburan, “mendidik”, menjadi alat bercerita, alat imajinasi, merefleksikan sekaligus membentuk “kenyataan”, yang tidak hanya terbatas untuk anak-anak saja. Komik dapat menceritakan (ulang) sejarah dan cerita-cerita kita.
Festival komik Prancis-Indonesia ”Cergamboree” yang telah dimasukkan sebagai agenda tahunan CCCL, digelar bekerjasama dengan perpustakaan C2O dan para pegiat komik Surabaya. Festival yang pada tahun 2011 ini memasuki edisi ke-3, bekerja sama dengan komunitas sejarah Surabaya Tempo Dulu, mengangkat tema “Sejarah Kecil Surabaya”, untuk memperkenalkan sekaligus mengeksplorasi bagaimana komik dapat digunakan untuk mengangkat dan mengolah sejarah lokal.
Sejarah di sini tidak harus “sejarah besar” atau resmi, tapi juga termasuk kehidupan sehari-hari figur sejarah, cerita & foto masa lalu sesepuh atau orang tua kita, tembang, dolanan anak, cerita rakyat, hikayat, untuk kemudian diolah dalam komik yang menarik untuk khalayak umum baik dari segi cerita maupun setting latar belakangnya.
Salah satu tujuan “Cergamboree” adalah untuk memberi dukungan, agar komik buatan lokal makin dikenal dan diterima oleh masyarakat negeri sendiri, serta mendorong eksplorasi potensi dan cerita komik. Selain itu agar terbuka jaringan dan pertukaran wawasan antara Indonesia dengan Prancis, melalui kehadiran seniman komik asal Prancis pada penyelenggaraan setiap festival.
CCCL bersama Pusat Kebudayaan Prancis (CCF) Jakarta dan Alliance français Denpasar mengundang seniman komik dari studio La boîte à Bulles (baca : la boat a bul) Prancis, Simon Hureau (baca : simong uro), ke Indonesia untuk berbagi pengalaman dan bertukar pendapat dengan seniman Indonesia. Sebelum berkunjung ke Surabaya, Simon berpartisipasi pada pameran & workshop komik di Jakarta yang digelar oleh Pusat Kebudayaan Prancis (CCF) Jakarta pada awal Februari 2011 dan di alliance français Denpasar (14-17 Feb).
Khusus di kota Surabaya, Simon Hureau akan berpartisipasi dengan festival “Cergamboree”, antara lain dengan menampilkan beberapa karya komik, memberi sejumlah workshop, bergabung dalam talkshow serta menjalin kontak dan bertukar pengalaman dengan seniman maupun pegiat komik dan publik Surabaya. Selama berada di Indonesia, ia mendokumentasikan perjalanannya dalam catatan berbentuk komik yang rencananya akan diterbitkan di Prancis.
Sebagai partner sekaligus penyelenggara acara, Perpustakaan C2O mengundang sejumlah seniman komik dan studio dari Surabaya pada “Cergamboree” tahun ini : Is Yuniarto (Garudayana, trilogi Knights of Apocalypse, Wind Rider) – Yudis, Broky dan Pak Waw (101 Hantu Nusantara) – Gathotkaca Studio (Grammar Surabaya) – Hangga Ganiadi – Jatmiko Jatkomik- Dimas – Deden & Prita – Elwyn – Kat, dkk.
Program “Cergamboree” tahun ini: pameran, meet & greet artis komik, workshop (bagi profesional digelar dari 21 – 24 Februari; mahasiswa dan umum), menggambar di atas keramik granit (tile), peluncuran buku, talkshow, pemutaran film, comic bazaar, dan permainan seputar komik.
“Cergamboree” adalah festival komik tahunan di Surabaya ajang para komikus, desainer grafis, creative director, art director, dan berbagai insan kreatif yang berkecimpung di bidang komik dan komunikasi visual dapat bersosialisasi, mendapatkan informasi, inspirasi dan pengalaman dari praktisi luar kota dan mancanegara.
Sejarah Cergamboree
Cergamboree 2010
18-20 Februari 2010, di CCCL Surabaya 
Tahun 2010 CCCL Surabaya dan La Boîte à Bulles kembali mengundang seniman komik Prancis, Clément Baloup, untuk datang bertukar pengalaman, berkolaborasi dengan rekan-rekan seprofesinya di Indonesia, dan memberi workshop gratis & terbuka untuk umum di CCCL pada tanggal 18-20 Februari 2010. Clément juga singgah di Pusat Kebudayaan Prancis (CCF) Jakarta dan Alliance française Denpasar untuk memperkaya catatan perjalanannya menjadi sebuah komik yang bercerita tentang pengalamannya di Indonesia.
Untuk luar Surabaya, Perpustakaan C2O mengundang Akademi Samali (Jakarta), Aziza Noor (Bandung), Buletin Komik (Malang), Mulyakarya (Yogyakarta), Nasi Putih (Jember) dan Seven Art Land (Jakarta). Juga tampil dalam acara ini penerbit baru komik-komik lokal, Cendana Art Media. Sementara dari Surabaya tampil: Bunuh Diri, Daniel Indro W. , Neo Paradigm, Ruang 109 dan Wind Rider Studio.
Cergamboree 2009
27 Februari – 8 Maret 2009, di CCCL Surabaya & Perpustakaan C2O
Cergamboree pertama diadakan di tahun 2009, saat itu mengenalkan diri sebagai “Festival Komik & Seni Urban Surabaya”, bersama 16 peserta studio dan seniman komik, yaitu: Alfi Zackhyelle (Jakarta), ALIA (Jakarta), Aziza Noor (Bandung), Bajingan Komik (Malang), Beng Rahadian (Jakarta), Bunuh Diri (Surabaya), Neo Paradigm (Surabaya), Nasi Putih (Jember), Outline Reborn (Surabaya), Tita Larasati (Bandung) dan Wind Rider (Surabaya). Cergamboree 2009 juga diramaikan oleh berbagai komunitas mural & seni urban : Grafis Darurart (Solo), Karya Anak Bangsa, Syndicate, Virgin is Suck, dan Wipe. Mengundang Sylvain Moizie dari La Boîte à Bulles, Cergambroee 2009 dilangsungkan di dua tempat: pembukaan, pameran, workshop, forum dan pemutaran animasi berlangsung di CCCL, sementara penutupan berupa pembuatan mural yang diorganisir oleh Studio Bunuh Diri dilangsungkan di Perpustakaan C2O.
Cergamboree digagas sebagai acara tahunan setelah di tahun 2008 Surabaya menyaksikan antusiasme publik terhadap acara “Comic Show Off!” (pameran dan forum komik yang diselenggarakan oleh Pusat Kebudayaan Prancis (CCCL) Surabaya dan Wind Rider Studio), dan 24 Hours’ Comics Day yang diadakan di Perpustakaan C2O.
